Sabtu, 05 Januari 2013

LUKA BEKAS OPERASI SELALU BASAH TIDAK KERING-KERING

Note :
Tulisan ini diambil dari tulisan "kesan dan pengalaman" seorang karyawan  yang melakukan operasi kecil di kaki dengan kasus luka bekas operasi  yang tidak kunjung sembuh-sembuh selalu basah .
http://pengobatanqurani.com/ dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/


“ LUKA BEKAS OPERASI SELALU BASAH TIDAK KERING-KERING “

Kaki saya sebelah kanan ada luka kecil seperti bisulan. Makin hari makin sakit enggak sembuh-sembuh walau sudah diobatin, kasih salep,makan antibiotik dan lain-lain. Akhirnya diputuskan operasi kecil- dibelek, untuk buang nanah di kaki saya.

Setelah seminggu dioperasi ...kok lukanya enggak kering-kering juga selalu basah. Aaah ...kata temen mungkin saya mengidap darah manis ( diabetes ). Periksa ke dokter, kadar gula saya normal, tidak diduga diabetes. Keluhan ini semakin mengganggu saya, kaki saya bengkak gak bisa ditekuk, enggak bisa selonjor juga. Pekerjaan saya operator jahit, kaki sayalah modal saya.

Denger-denger dari temen, Manajer saya Pak Jaafar bisa ngobatin orang. Memangsih beliau suka ngobatin anak-anak kalo ada yang kesurupan dll. Alhamdulillah pada sembuh yang saya denger.

Dengan memberanikan diri saya minta obat sama beliau, eeehhhh....Alhamdulillah ..pagi jam 7an saya minum airnya, enggak ketahuan berapa lamanya, kok kaki saya terasa nyaman,sudah bisa ditekuk, bisa selonjor,bengkaknya rada kempes hari itu. 2 hari kemudian luka yang basah itu KERING dan kaki saya benar-benar sembuh, enggak pincang lagi jalannya.

TTD,
Nnk,ex-pegawai PT.SIOEN Indonesia
( nama dan identitas dirahasiakan, bila ada yang perlu informasi lebih lanjut bisa hubungi http://pengobatanqurani.com/ dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/ )

SAYA PENDERITA HIV, TETAP HIDUP DENGAN KADAR CD4=0

Note :
Tulisan ini diambil dari tulisan "kesan dan pengalaman" seorang penderita HIV yang Alhamdulillah masih bisa mengurus diri sendiri tanpa tergantung kepada orang lain dan  masih terus menjalani perawatan secara medis dan non medis dari http://pengobatanqurani.com/  dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/

“ SAYA PENDERITA HIV, TETAP HIDUP DENGAN KADAR CD4=0 “

Setelah sekian lama mengkonsumsi Narkoba akhirnya saya positif menderita HIV sejak 8 tahun yang lalu. Kurang lebih 5 tahun yang lalu, kadar CD4 ( KADAR KEKEBALAN TUBUH )  saya turun drastis hampir  NOL  (CD4 normal = 410 – 1500 ), artinya saya hampir tidak punya kekebalan tubuh lagi terhadap penyakit. Harapan hidup saya tinggal menghitung bulan,minggu,hari saja. Dokter yang merawat saya hampir memastikan harapan hidup saya paling lama 6 bulan.

Alhamdulillah Oom saya, Pak Jaafar selalu bantu merawat saya dengan memberikan air jampenya ( do`a) secara rutin. Setiap kali minum air do`a tersebut badan saya selalu berkeringat seperti mendapat tambahan energi. Di luar jangkauan akal dan ilmu manusia, sampai hari ini saya masih bisa hidup walau kadar CD4 =  ZERO. Keadaan ini diperparah ternyata benjolan dikepala saya ternyata Kanker stadium 2. Dokter yang merawat sayapun tidak percaya dengan kondisi saya yang masih kuat bertahan. Semua teman sesama pengguna sudah semuanya “ JALAN DULUAN “, sekarang tinggal saya sendiri yang masih bertahan hidup dengan segala efek buruk yang harus saya bayar konskwensinya. Phenomena kondisi tubuh saya ini menjadi perhatian dan penanganan khusus dokter ahli guna keperluan studi pengobatan. Sayapun diminta oleh LSM sebagai duta penyuluhan anti narkoba dari mantan pengguna.

Walau sudah tidak bisa sesehat seperti dulu, Alhamdulillah saya bisa ngurus aktifitas diri sendiri tanpa tergantung kepada Mama dan saudara. Saya tidak tergeletak di tempat tidur, saya masih bisa memelihara burung, ikan cupang, bahkan saya bisa keluar rumah, walau harus pakai jacket terus karena badan saya dingin . Walau tidak bisa sembuh 100 %, setidaknya saya tidak merepotkan keluarga buat bantu ngurus diri saya.

TTD,
( nama dan identitas dirahasiakan, bila ada yang perlu informasi lebih lanjut bisa hubungi http://pengobatanqurani.com/  dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/

Kamis, 27 Desember 2012

LAWANLAH SIHIR DENGAN AL QUR`AN

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ولاعدوان الا على الظالمين والصلاة والسلام على سيدنا
محمد سيدالمرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه أجمعين

Berbicara tentang SIHIR,mengundang berbicara tentang tokoh dibalik makar tersebut yaitu SYETAN laknattullah sekaligus membicarakan masalah GAIB.

Allah swt. secara tegas menyatakan SETAN ADALAH MUSUH MANUSIA  dan diperintahkan untuk MELAWAN-nya. Termaktub dalam Qur`an surat Al Fathir : 6  ,Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu) karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni  neraka yang menyala-nyala”.
Terus bagaimana cara melawannya ? sedangkan Setan adalah mahluk Gaib - sesuatu yang tersembunyi. Secara empiris tidak bisa disaksikan juga tidak bisa dideteksi di laboratorium. Bagaimana menghadapi musuh yang kekuatan dan kelemahannya tidak diketahui ?  Bagaimana cara mengenalnya agar tidak terjebak  kepada takhayul dan khurafat ? Alangkah sedikitnya pengetahuan kita tentang makhluk tersembunyi itu (gaib).

KEKUATAN MUKJIZAT AL QUR`AN ADALAH GAIB
Satu-satunya jalan mengenal setan adalah melalui wahyu Al Qur`an dan Sunnah Nabi dan satu-satunya cara melawannya HANYA DENGAN KEKUATAN MUKJIZAT AL QUR`AN.

Beruntunglah...Al Qur`an dan Sunnah mengharuskan kita percaya kepada yang gaib ( Allah, Malaikat,jin-setan ). Sifat  pertama yang harus dimiliki orang yang bertaqwa adalah Yu`minuna bil ghoib ( percaya kepada yang gaib). Puncaknya percaya kepada wujud dan ke Esaan Allah swt.

Jadi Gaib adalah objek Iman, tidak bisa disaksikan secara empiris dan tidak bisa dibuktikan di laboratorium.

Gaib itu bertingkat-tingkat, ada Gaib Mutlak  dan ada gaib relatif. Sesuatu yang tidak terjangkau oleh panca indera adalah gaib. Yang tidak bisa disaksikan juga adalah gaib. Bahkan kematian adalah gaib bagi seluruh makhluk. Makar Sihir adalah gaib, karena tersembunyi sifatnya, tidak kelihatan wujudnya, dan tidak diketahui sebab-sebabnya.

          PERCAYA ADANYA SIHIR BUKAN MUSYRIK
SIHIR adalah objek GAIB. Jadi tidak sulit mempercayai adanya sihir karena ada petunjuk wahyu. Artinya mempercayai  adanya kekuatan sihir bukanlah perbuatan “musyrik” , karena adanya sihir sendiri telah dijelaskan oleh Allah Ta`ala dalam firmannya dalam surat Al-Baqoroh :102, Hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia“

Orang-orang Bani Israil sebelum dan sesudah diutusnya Nabi Musa as. mengakui adanya Sihir. Bahkan sihir dipraktekkan secara nyata oleh para tukang sihir Fir`aun untuk mengalahkan Nabi Musa. Tongkat para penyihir berubah jadi Ular (dalam pandangan manusia ). Kemudian Allah menolong Nabi  Musa untuk mengalahkan (Melawan) para tukang sihir Fir`aun dengan melemparkan tongkat Nabi Musa as yang seketika berubah jadi Ular yang besar yang memakan ular-ular ciptaan tukang sihir Fir`aun.

Agama Kristen pun tidak luput dari kepercayaan tentang adanya kekuatan setan. Dijelaskan di Injil Lukas dan Matius, telah sekian banyak orang yang kemasukan setan disembuhkan oleh Nabi Isa as.

Kita Umat Islam diperintahkan melawan sihir. Bahkan dijelaskan dalam  kitab Al Kabair “Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh dengan pedang “ (HR Tarmidzi ), karena ia telah kufur kepada Allah dan Rasulnya. Juga diberitakan dari Bajalah bin Abadah berkata , “Surat dari Umar Ra datang kepada kami satu tahun sebelum wafatnya, agar “Bunuhlah setiap tukang sihir laki-laki dan perempuan “

         MELAWAN SIHIR ADALAH MENGOBATINYA
Di kondisi dan konteks umat zaman sekarang, tentu yang dimaksud dengan MELAWAN SIHIR ADALAH MENGOBATINYA. Mengobatinya dengan Ruqyah Al Qur`an atau dengan Asma Allah swt, karena Nabi saw pernah meruqyah Hasan dan Husain Ra beliau berkata ,” Aku perlindungkan kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap syetan dan makhluk jahat dan dari mata yang dengki “.

Dalam praktek pengobatannya TIDAK SELALU HARUS PERSIS dengan contoh Nabi, karena contoh itu hanya sebagai isyarat BOLEH melakukan Ruqyah, seperti dijelaskan oleh Imam Khitabi  Rahimamullah,” Jika ruqyah itu dilakukan dengan Alqur`an atau dengan Asma Allah ta`ala maka hal itu diperbolehkan.

Jadi, menggunakan kekuatan Al Qur`an dengan tetap menyandarkan kepada Pertolongan Allah  bukanlah perbuatan “musyrik”.

         SAKIT AKIBAT SIHIR BERTINGKAT-TINGKAT
Akibat makar sihir, orang jadi sakit. Derajad sakitnyapun bertingkat-tingkat, mulai dari derajad paling RINGAN ke  SEDANG  hingga BERAT.  Penanganan pengobatannyapun tentu berbeda-beda. Layaknya sakit medis, sakit ringan dengan obat warungpun bisa sembuh. Derajad sedang ditangani oleh dokter umum baru bisa sembuh. Derajad berat tentu ditangani oleh dokter spesialis untuk bisa sembuh. Begitu juga dengan sakit akibat sihir, Obat dan pelaku penanganan pengobatannyapun berbeda-beda.


1. Kasus  RINGAN  : dengan Ruqyah mandiri misalnya baca Al Fatihah, Al Falaq, An Nas, ayat Kursy dll. bisa sembuh.


2. Kasus SEDANG – BERAT  : diruqyah oleh Ulama / Kyai / Ustadz / Orang yang secara khusus mendalami  pengobatan ruqyah syariah.


Jadi, tidak wajar menangani kasus penyakit Ringan-Sedang-Berat dengan satu jenis penanganan serupa.                       

Juga tidak wajar mengatakan hanya pihak atau kelompok tertentulah yang paling pantas dan paling sesuai dengan syariah dalam melakukan Pengobatan,sedangkan pihak lain mudhorat.

Adalah juga tidak wajar bila mengklaim hanya Ulama / Kyai / ustadz /kalangan agamawanlah yang paling bisa dan berhak mengobati sihir, sedangkan yang bukan dari golongan agamawan tertolak.

Sepanjang Pelaku dan metodenya sesuai syariat (tuntunan agama) apakah ia seorang Ulama-Kyai-Ustadz atau Orang biasa,  maka ia pantas dan boleh melakukan Ruqyah pengobatan.

         MENGHINDARI TAKDIR DENGAN TAKDIR
Sihir layaknya penyakit medis, diperlukan kerja sama semua pihak untuk melawannya.Tentunya sebagai umat Islam hanya satu pintu yang diperkenankan yaitu pintu syariat berupa  Ruqyah atau pengobatan dengan dasar tuntunan syariat.

Takdir Terkena sihir harus dilawan dengan Takdir Melawan (mengobati) sihir.

Sayyidina Umar Ra pernah berkunjung ke suatu desa yang ternyata sedang terjangkit suatu penyakit yang menular. Setelah mengetahui hal tersebut Sayyidina Umar pulang tidak jadi masuk ke desa tersebut agar tidak terjangkit penyakit. Kejadian ini diketahui dan ditegur oleh para sahabat lainnya, yang mengatakan Umar menghindari takdir. Dijawab secara cerdas oleh Sayyidina Umar,bahwa ia “menghindari takdir dengan takdir(mencegah diri dari takdir terjangkit penyakit menjadi takdir tidak terjangkit penyakit). 


Kepada Allah kita memohon perlindungan dari gangguan, rayuan dan godaan setan ,baik dari setan golongan jin atau setan dari golongan manusia. Amin.
Jakarta, 19 desember 2012.
          Ir.Jaafar Dahlan
+628128477464
www.pengobatanqurani.com








Senin, 10 Desember 2012



Pengobatan Qur`ani menghancurkan Sihir  & Penyakit dan Al Qur`an sebagai Penyembuh.
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ولاعدوان الا على الظالمين والصلاة والسلام على سيدنا
 محمد سيدالمرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه أجمعين
Mempercayai adanya kekuatan sihir bukanlah perbuatan “musyrik” karena adanya sihir sendiri telah dijelaskan oleh Allah Ta`ala dalam firmannya dalam surat Al-Baqoroh:102  ,” Hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia .“
Kemudian dijelaskan juga oleh Rasullallah dalam haditsnya :
"Kebanyakan orang yang mati dari umatku, setelah qadha dan qadar-Nya, karena Anfus ('Ain)"
(HR. Ath-Thayalisi dalam Musnadnya, no. 1760; ath-Thahawi dalam al-Musykil dan al-Bazzar; serta dihasankan oleh al-Hafizh dalam al-Fath, 10/ 167; dalam as-Silsilah ash-Shahihah, no. 747)
Terdapat pula hadits dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang boleh mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim).

`Ain termasuk sihir, mempelajari dan mempraktekkan guna-guna adalah sihir,memutuskan ikatan suami istri, aji pengasih atau menumbuhkan kebencian antar manusia dan segala macam praktek klenik adalah sihir. Semua itulah bentuk kesyirikan dan kesesatan kepada Allah swt

Akibat perbuatan sihir, badan kita laksana terkena racun yang sangat merusak. Sedikit demi sedikit perlahan-lahan tubuh kita dirusak dan menjadi lemah, lama kelamaan akan terjadi pelemahan terhadap sistem metabolisme tubuh kita. Bila mana tidak segera diobati maka akan terjadilah kerusakan sistem jaringan otot,syaraf, organ tubuh, yang akan berakibat lebih lanjut ke kerusakan permanen sehingga tubuh benar-benar sakit.
Pengobatan Qur`ani menyebabkan Normalisasi kimia dalam Tubuh dengan Al Qur`an sebagai Penyembuhnya.

Menggunakan kekuatan Al Qur`an dengan tetap menyandarkan kepada Pertolongan Allah bukanlah “musyrik”, karena Pengobatan Qurani adalah sejenis Ruqyah ( Do`a ) yang terikat oleh dasar-dasar Al-Kitab ( Qur`an) dan As-Sunnah serta kaedah-kaedah ilmu fiqh, sehingga dalam praktiknya harus memperhatikan perkara Halal dan Haram, Penyimpangan dan Kelurusan, Petunjuk dan Kesesatan, Sehingga dengan petunjuk ilmu, Pengobatan Qur`ani bisa mencapai hakikat penyembuhan yang Hakiki dari Allah Subhanu wata`ala agar mendapatkan  maslahah dan menolak mafsadah.

Note : Info Penting !
Selama proses penyembuhan berlangsung, seluruh racun-racun, zat-zat ( hal-hal negatif ) yang tidak dibutuhkan tubuh akan dikeluarkan dan dibersihkan dari tubuh oleh ayat-ayat dan doa-doa penyembuh, ada yang melalui alat-alat ekskresi secara bertahap, ada pula yang dikeluarkan secara langsung melalui mulut ( muntah-muntah ) atau dubur ( buang-buang air besar ),kadang badan terasa kemeng.

Umumnya selama penyembuhan ini “PROSESNYA TIDAK MENYENANGKAN BAGI PASIEN“. BERSABARLAH SELAMA MENJALANI PROSES PENGOBATAN INI, Insya Allah bilamana seluruh racun-racun yang masuk dari luar atau racun yang terbentuk belakangan akibat kacaunya metabolisme tubuh serta zat-zat negatif yang tidak diperlukan tubuh sudah habis keluar, ANDA AKAN SEHAT KEMBALI....INSYAA ALLAH.

Pengobatan Qur`ani adalah sebentuk  do`a. Ia berupa kumpulan ayat-ayat Al Qur`an ataupun do`a do`a  serta selawat  yang diajarkan  syariat yang diharapkan menjadi upaya kesembuhan.
Sesuai dengan kaedah-kaedah ilmu Fiqh :
1- Addororu yuzaal  الضرريزال  bahwa kemudhoratan itu harus dihilangkan .
2- Laa dororo walaa dirooro   لاضررولاضرار    artinya Tidak boleh membuat kemadlorotan pada  diri sendiri dan membuat kemadlorotan pada orang lain.
Sesuai dengan Firman Allah : walaa tufsiduu fil ardh artinya dan janganlah kamu kalian membuat kerusakan dimuka bumi.

Tujuan dan manfaat  Pengobatan Qur`ani adalah :
1.    Membantu memberikan jalan keluar yang Islami kepada orang-orang yang sedang mengalami   permasalahan hidup, baik penyakit Alamiah maupun akibat Sihir agar terhindar dan terlepas dari tipu daya syaitan ( Talbis syaiton ) berupa khurafat dan bid`ah dhalalah.
2.    Mengajak orang-orang yang belum mengetahui jalan syariat diantara saudara-saudara kita agar menyelesaikan masalahnya secara cerdas dengan kembali kepada Alqur`an yang dapat melindungi seseorang dari hal-hal negatif yang mengancam.
3.    Menyelesaikan masalah dengan tidak menimbulkan masalah baru berupa Fitnah yang menimpa hati berupa Fitnah syahwat dan subhat, Fitnah kesalahan dan kesesatan, Fitnah maksiat dan Bid`ah, Fitnah kezoliman dan kebodohan yang mengakibatkan rusaknya Ilmu, pandangan, pengetahuan dan Keyakinan kepada Allah swt.
Pengobatan qur`ani yang essensinya Isti`anah mengandalkan “Tangan Tuhan” kadangkala sulit  dirasionalkan cara kerjanya, tapi efek kesembuhannya senantiasa bisa dirasakan.

Ir.Jaafar Dahlan
+628128477464
www.pengobatanqurani.com








Minggu, 22 Januari 2012

Pengobatan Qur`ani menjembatani jarak antara TEOLOGI-SAINS-METAFISIKA

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ولاعدوان الا على الظالمين والصلاة والسلام على سيدنا
محمد سيدالمرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه أجمعين
Konsep-konsep keagamaan & filsapat hanyalah barometer yang membimbing kita, tidak peduli dimanapun kita dilahirkan TUHAN telah menyediakan kita dengan barometer-barometer tersebut. Semua agama mengatakan hal yang sama bahwa TERDAPAT SESUATU "DI LUAR " PENGETAHUAN MANUSIA.

              

Sains - telah membuktikan bahwa Ketakutan, kecemasan, Kekuatiran dan Depresi adalah penyebab munculnya penyakit. Kesalahan serius dalam pikiran bisa menyeret kepada penyakit.

Ayat-ayat Alqur`an yang digunakan dalam pengobatan adalah unsur unsur Metafisika yang akan secara langsung terhubung dengan pusat otak, karena yang memproses fungsi-fungsi non verbal dan emosional adalah bagian otak. Ayat-ayat itu dapat melakukan penyembuhan emosional dan entah bagaimana bahkan meningkatkan kesadaran spritual. Ayat-ayat penyembuh Alquran memiliki suatu keistimewaan yang tidak ditemukan dalam obat-obat kimia, yang hanya diciptakan oleh Allah swt, bukan dibuat di laboratorium. Dalam proses penyembuhan Ayat-ayat tersebut akan membangkitkan energi spiritual yang mampu menyembuhkan rasa sakit, kesedihan dan kegagalan.

Sayangnya ketika kita membicarakan pengobatan qurani maka masih banyak orang yang membayangkan pengobatan secara supranatural dengan kekuatan hipnotis dengan efek placebo yang sudah keluar dari kaedah agama ( musyrik ). Kesembuhan dapat terjadi melalui beberapa cara- Sebagian baru saja kita pahami - Lainnya baru akan kita pahami dan Sisanya tetap belum terungkap.

Kesembuhan yang belum terungkap adalah rahmat Allah swt. yang misterius, tidak bisa dipecahkan dengan "bagaimana" atau "mengapa" tapi untuk direngkuh dan disyukuri kewujudannya.

Ir.Jaafar Dahlan
+628128477464
www.pengobatanqurani.com
www.pengobatanqurani.blogspot.com

Minggu, 04 September 2011

SEMOGA ALLAH MENGANUGRAHKAN KITA ILMU YANG BERMANFAAT


بسم الله الرحمن الرحيم
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak berguna, hati yang tidak pernah khusu’(tenang), doa yang yang tidak didengar dan dari nafsu yang tidak pernah puas”

Ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah dalam mencari ilmu.

Rasulullah Saw bersabda; bahwa ada tiga hal yang tidak akan terputuskan, walaupun seorang manusia telah meregang ajal, yaitu; amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang shalih.

Imam Asy-Syatiby di dalam kitab Al Muwafaqot, “Ilmu yang mu’tabar menurut syara’ adalah ilmu yang mendorong pemiliknya untuk beramal, yang tidak membiarkan pemiliknya berlari mengikuti hawa nafsunya bagaimanapun ia, bahkan ia mengikat pengikutnya dengan muqtadhonya, yang membawa pemiliknya mematuhi aturan-aturannya suka atau tidak suka”.
Rasulullah Saw berkata: "Allah senang terhadap orang yang belajar, namun lebih senang terhadap orang yang belajar dan mengajarkannya"

Rasulullah Saw juga mengatakan bahwa orang yang tangannya di atas adalah lebih mulia di hadapan Allah, daripada orang yang tangannya di bawah?

Firman Allah Ta’ala,
“…Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” [Az-Zumar: 9]
 “………Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat……..”. (QS.Al-Mujadillah(58:11).

Rasulullah bersabda:” Barangsiapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuknya, maka ia akan bertambah jauh dari Allah.”

Rasulullah bersabda : “Manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah seorang alim yang Allah tidak memberikan manfaat pada ilmunya.”

Imam Ibnu Rajab (wafat th. 795 H) rahimahullaah mengatakan, “Ilmu yang bermanfaat menunjukkan pada dua hal.

Pertama, mengenal Allah Ta’ala dan segala apa yang menjadi hak-Nya berupa nama-nama yang indah, sifat-sifat yang mulia, dan perbuatan-perbuatan yang agung. Hal ini mengharuskan adanya pengagungan, rasa takut, cinta, harap, dan tawakkal kepada Allah serta ridha terhadap takdir dan sabar atas segala musibah yang Allah Ta’ala berikan.

Kedua, mengetahui segala apa yang diridhai dan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla dan menjauhi segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya berupa keyakinan, perbuatan yang lahir dan bathin serta ucapan. Hal ini mengharuskan orang yang mengetahuinya untuk bersegera melakukan segala apa yang dicintai dan diridhai Allah Ta’ala dan menjauhi segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya. Apabila ilmu itu menghasilkan hal ini bagi pemiliknya, maka inilah ilmu yang bermanfaat. Kapan saja ilmu itu bermanfaat dan menancap di dalam hati, maka sungguh, hati itu akan merasa khusyu’, takut, tunduk, mencintai dan mengagungkan Allah ‘Azza wa Jalla, jiwa merasa cukup dan puas dengan sedikit yang halal dari dunia dan merasa kenyang dengannya sehingga hal itu menjadikannya qana’ah dan zuhud di dunia.”

Tulisan pendek di atas adalah cuplikan ayat-ayat Al qur`an, hadits , pendapat dan kutipan tulisan para Ulama yang dalam ilmunya, semoga dengan cuplikan ini kita semakin dekat dengan ayat-ayat Alqur`an, hadits-hadits Rasul dijadikan rujukan dan kehidupan Para ulama dijadikan contoh.

Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat serta menjauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat .. Aamiin yaa robbal Aalamiinn..

Ir.Jaafar Dahlan
+628128477464
www.pengobatanqurani.com 

Sabtu, 04 Juni 2011

SIHIR ADALAH KEKAFIRAN,BUKAN HANYA HARAM SEMATA

 بسم الله الرحمن الرحيم

Disebutkan dalam kitab  الكباءىر Al-kaba^ir  (Dosa-dosa besar ) dari Imam Syamsuddin Muhammad bin Qaimas At-Turkumani  Al Fariqi,Ad-Dimasyqi,Asy-Syafi`I atau lebih dikenal dengan nama Adz-Dzahabi, bahwa SIHIR adalah dosa terbesar ke tiga setelah SYRIK kepada Allah dan MEMBUNUH.

Tujuan syetan laknattullah dalam mengajarkan sihir kepada manusia hanyalah agar manusia berbuat syirik kepada Allah.

Hakikat syirik adalah menyerupakan makhluk dengan Allah Pencipta semesta dalam arti yang sebenarnya, bukan sekedar penyerupaan sifat-sifat kesempurnaan yang Allah sifatkan pada Zat-Nya dan disifatkan oleh Rasullullah.

Dari Ali bin Abi Thalib RA berkata, Rasullullah saw bersabda :

Salasatun laa yadhuluunal jannata mudmin khomrin faqoti`a rohim wa musoddiqun bil sihr.
 “Ada tiga orang yang tidak masuk surga : orang yang kecanduan khamr, orang yang memutuskan silatuhrahmi, orang yang membenarkan sihir ( Diriwayatkan Ahmad).

Jangan pernah menduga bahwa hukum sihir hanyalah haram semata, Sihir adalah kekafiran.
Sihir  adalah haram sekaligus kekafiran, menciptakan kemudhoratan bagi manusia dan alam semesta, oleh karena itu harus dihilangkan.

Sesuai dengan Firman Allah : walaa tufsuduu fil ardh artinya dan janganlah kamu kalian membuat kerusakan dimuka bumi.

sesuai dengan Hadits Nabi,  
sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang membuat kerusakan.

Sesuai juga dengan kaedah-kaedah ilmu Fiqh :
1- Addororu yuzaal  الضرريزال  bahwa kemudhoratan itu harus dihilangkan .
2- Laa dororo walaa dirooro   لاضررولاضرار   artinya Tidak boleh membuat kemadlorotan pada  diri sendiri dan membuat kemadlorotan pada orang lain.

Tidak dibenarkan menolak sihir dengan sihir. Adapun mengenai Ruqyah, Imam Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim Al-Khitab Abu Sulaiman Al-Khitabi berkata :”Jika Ruqyah itu dilakukan dengan Al Qur`an atau dengan Asma Allah Ta`ala maka hal itu diperbolehkan, karena Nabi Saw pernah me-Ruqyah Hasan dan Husain RA.

Pengobatan Qurani adalah sejenis Ruqyah yang terikat oleh dasar-dasar Al-Kitab ( Qur`an) dan As-Sunnah serta kaedah-kaedah ilmu fiqh, sehingga dalam praktiknya harus memperhatikan perkara Halal dan Haram, Penyimpangan dan Kelurusan, Petunjuk dan Kesesatan, Sehingga dengan petunjuk ilmu, Pengobatan Qur`ani bisa mencapai hakikat penyembuhan yang Hakiki dari Allah Subhanu wata`ala agar mendapatkan  maslahah dan menolak mafsadah.

Dalam kitab “Qowa`idul Ahkam fi Ma-sholihil Anam,dari Imam Abu Muhammad `Izzudin ibnu Abdis salam, dikatakan bahwa kaedah-kaedah hukum adalah sebagai jalan untuk mendapatkan maslahah dan menolak mafsadah.
Insya Allah.

Ir.Jaafar Dahlan
+628128477464
www.pengobatanqurani.com