Jumat, 18 Januari 2013

PENGOBATAN QUR`ANI MENYAMPAIKAN HIKAYAT BAHAYANYA MENINGGALKAN SHOLAT



PENGOBATAN QUR`ANI MENYAMPAIKAN  HIKAYAT   

BAHAYANYA MENINGGALKAN SHOLAT

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ولاعدوان الا على الظالمين والصلاة والسلام على سيدنا
محمد سيدالمرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه أجمعين

Diceritakan di dalam kitab Al-kabair  الكتاب الكباءىر (Dosa-dosa besar) halaman  23-24 dari bab   في ترك الصلاة (MENINGGALKAN SHOLAT), penerbit  Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut-Libanon, penulis Imam Syamsuddin Muhammad bin Qaimas At-Turkumani  Al Fariqi Ad-Dimasyqi Asy-Syafi`i,  tentang orang-orang  yang meninggalkan kewajiban sholat.

Ada Hikayat  seorang wanita Bani Israil datang kepada Nabi Musa Alaihis salam, wanita itu berkata, “ Wahai Utusan Allah, sesungguhnya aku telah melakukan dosa besar dan aku telah bertobat darinya kepada Allah Ta`ala. Maka do`akan  kepada Allah Ta`ala agar Dia mengampuni aku dan menerima taubatku.”.

Nabi Musa Alaihis Salam bertanya kepadanya,  وماذنبك؟ ,”Apa dosamu ?”. Ia menjawab, “Wahai utusan Allah , aku telah berzina dan melahirkan seorang anak, lalu aku bunuh anak itu.” Nabi Musa Alaihis Salam berkata kepadanya,” Keluarlah kamu hai pelacur, jangan sampai ada api dari langit lalu membakar kita semua karena ulahmu.” Lalu wanita itu keluar dengan hati yang tercabik-cabik. Kemudian Malaikat Jibril Alaihis salam turun kepada Nabi Musa Alaihis Salam dan berkata,” Hai Musa, Tuhan berkata kepadamu,” Mengapa kamu mengusir wanita yang bertobat itu hai Musa!

 اَماوجت  شرا منها؟ ,“TIDAKKAH KAMU TEMUKAN ORANG YANG LEBIH JELEK DARINYA ?” .
Musa Alaihis Salam bertanya, ياجبريل ومن هوشرمنها؟ ,”HAI JIBRIL ,SIAPAKAH YANG LEBIH JELEK DARINYA ?”,  Jibril menjawab,”  ترك الصلاة عامداٌ متعمداٌ  ( yaitu ),”ORANG YANG MENINGGALKAN SHOLAT DENGAN SENGAJA”.

Hikayat lain datang dari seorang Ulama salaf, ia mendatangi seorang saudara perempuannnya yang meninggal, lalu kantongnya yang berisi uang jatuh di dalam kuburannya dan tidak ada yang tahu kejadian tersebut. Setelah itu ia teringat dan kembali lagi ke kuburan itu. Ia membongkar kuburan itu setelah orang-orang pulang dan didapatinya di dalam kuburan itu api yang menyala. Ia segera mengembalikan tanah seperti semula lalu pulang menemui ibunya sambil menangis nangis sedih. Ia berkata,” Ibu ceritakan kepadaku tentang saudariku itu dan apa yang telah dilakukannnya?’. Ibunya berkata,” Mengapa kamu bertanya tentang dia ?”. 

Ia menjawab : ياامي رايت قبرها يستعل عليها ناراً
,” Ibu, aku melihat di dalam kuburnya terdapat api yang menyala-nyala.”  

Ibunya menangis dan berkata :
ياولدي كانت اختك تتها ون بالصلاة وتوءخرها عن وقتها
,” Anakku, saudarimu itu dulu selalu menyepelekan shalat dan menunda hingga habis waktunya.”

فهذاحل من يوءخرالصلاةعن وقتها فكيف حل من لايصلي؟  
Demikianlah kondisi orang yang menunda sholat, lalu bagaimana dengan orang yang meninggalkannya sama sekali ? 


Allah Ta`ala berfirman dalam sura Maryam:59-60 ,” Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek ) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.Kecuali orang yang bertobat, beriman dan beramal sholeh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.”


Dalam surat Al Ma`un :3-4 Allah berfirman,” Maka celakalah orang-orang yang melaksanakan sholat, yaitu orang-orang yang lalai dalam sholat mereka.”


Yang dimaksud Saahuun adalah  mereka lalai terhadap sholat dan menyepelekannya.


Nabi Shallallahu Alaihis salam bersabda,” Yang pertama dihisab dari seorang hamba dari amalnya pada hari kiamat adalah sholat; jika benar sholatnya, ia beruntung dan selamat, dan jika kurang, ia menyesal dan merugi.” ( diriwayatkan Ahmad, Abu dawud dan Ibnu majah ).


Di hadits yang lain Rasullullah Alaihis salam bersabda,” Janji antara kami dengan mereka adalah Sholat, barang siapa meninggalkannnya, ia telah kufur.” ( diriwayatkan Ahmad, Abu dawud, Nasa`i, Ibnu majah ).


Kemudian Beliau bersabda lagi,” ( Batas ) antara seorang hamba dengan kekafiran adalah (Perbuatannya) meninggalkan sholat.” ( Diriwayatkan Ahmad, Muslim, Abu dawud,Nasa`i,Tirmidzi dan Ibnu majah ).


Di dalam kitab As-Sunan Rasulullah Shalllallahu Alaihis salam bersabda,” Barang siapa meninggalkan sholat secara sengaja, maka tanggungan Allah telah bebas darinya ”. (diriwayatkan Ibnu majah dan Baihaqi ).


Demikianlah sebagian cuplikan dari isi kitab Al-Kabair, sebenarnya masih banyak ulasan dari ulama terkenal ini   Imam Syamsuddin Muhammad bin Qaimas At-Turkumani  Al Fariqi,Ad-Dimasyqi,Asy-Syafi`i atau lebih dikenal dengan nama Adz-Dzahabi di kitab ini, tapi karena Fakirnya ilmu maka penulis (lebih tepatnya sebagai “penyadur “) pun hanya sanggup menyerap dan menyampaikan sebagian kecil saja kepada diri penulis pribadi khususnya dan kepada para pembaca umumnya,  semoga bermanfaat.


Mari kita memohon kepada Allah Ta`ala agar berkenan membantu kita dalam memelihara sholat tepat pada waktunya dan tidak menyepelekannya. Sesungguhnya Allah Maha Mulia.


Referensi :
1.Kitab Al-kabair الكتاب الكباءىر   Syamsuddin Muhammad bin Qaimas At-Turkumani  Al Fariqi,Ad-Dimasyqi,Asy-Syafi`i, Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut-Libanon
2. Al-Kabair Galaksi Dosa, Asfuri bahri Lc, Darul Falah.

Contact :
Ir. Jaafar Dahlan   
+628128477464



Address :

Perum BAP, Jl. Alam Utama Blok E/5 Bintara Alam Permai, Bintara Jaya, Bekasi Barat.

Rabu, 16 Januari 2013

PENGOBATAN QUR`ANI BUKANLAH SEJENIS PRAKTEK PERDUKUNAN ATAU PRAKTEK PARANORMAL


PENGOBATAN QUR`ANI BUKANLAH SEJENIS  PRAKTEK PERDUKUNAN ATAU PRAKTEK PARANORMAL

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ولاعدوان الا على الظالمين والصلاة والسلام على سيدنا
محمد سيدالمرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه أجمعين


Membahas masalah ini mari kita kutib sebagian isi الكتاب لكباءىر  kitab Al-kaba^ir  (Dosa-dosa besar) halaman 174 bab   تصد يق الكا هن والمنجم (PERCAYA KEPADA DUKUN DAN PARANORMAL )  dari Imam Syamsuddin Muhammad bin Qaimas At-Turkumani  Al Fariqi,Ad-Dimasyqi,Asy-Syafi`I atau lebih dikenal dengan nama Adz-Dzahabi, penerbit Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, Beirut-Libanon,

Ilmu pengobatan qur`ani adalah warisan para ulama yang berdasarkan alqur`an dan sunnah serta kaedah-kaedah ilmu fiqh, sehingga dalam praktiknya harus memperhatikan perkara Halal dan Haram, Penyimpangan dan Kelurusan, Petunjuk dan Kesesatan.

Disebutkan dalam firman Allah swt di surat Al-isra :36  “ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya.”

Maksudnya “ janganlah kamu mengatakan sesuatu yang kamu tidak ada ilmunya”.

Disebutkan di kitab tersebut halaman 174 bab   تصد يق الكا هن والمنجم bahwa percaya kepada dukun dan paranormal termasuk dosa-dosa besar.

Dari Ibnu Abbas Al Walibi meriwayatkan, “ Allah akan menanyakan kepada semua hambaNya tentang apa saja yang mereka gunakan. Maka dalam hal ini terdapat larangan untuk melihat apa yang tidak diperbolehkan, mendengar apa yang dilarang, dan berkehendak terhadap apa yang tidak diperbolehkan.

Allah Ta`ala berfirman dalam surat Jin:26 “ Maha mengetahui yang ghaib dan tidak menampakkan keghaiban-Nya kepada seorangpun. Kecuali orang yang diridhoi-Nya dari para rasul-Nya.”

Rasullullah juga bersabda, “Barang siapa mendatangi seorang dukun, atau seorang juru ramal lalu ia mempercayai apa yang dikatakanya, maka orang itu telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” ( diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi,Ibnu majah dari hadits Abu Hurairah. 

Jadi bila ada yang mengatakan bahwa perbintangan termasuk perkara Ghaib adalah kafir, wallahi `Alam. Ulama berkata “ jika seorang muslim mengatakan, Kami diturunkan hujan BERKAT BINTANG INI, maka orang tersebut jelas-jelas telah kafir dan murtad.

Percaya nasib baik dan buruk dengan tanda arah terbangnya burung. Percaya pada ramalan keberuntungan dan kesialan dengan hitungan aneh dan ajaib. Percaya kepada ramalan kartu dan sebagainya...semuanya mengikis iman kita dan akhirnya kita benar-benar tersesat dan murtad dari agama Allah.

Rasullullah Shalllallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “ Barang siapa mendatangi peramal lalu mempercayai apa yang dikatakannya maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari” ( diriwayatkan Muslim dari hadits shafiyyah binti Ubaid Radiallahu Anha dari seorang istri Rasullullah Shalllahu Alaihi wa salam ).

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasullullah Shalllallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “ Barang siapa mempelajari satu macam dari ilmu nujum maka ia telah mempelajari satu macam dari ilmu sihir, ilmu akan bertambah dengan bertambahnya ia mempelajarinya “.

Ali bin Abi Thalib berkata, “seorang dukunb adalah tukang sihir sedangkan tukang sihir adalah kafir"

Jadi marilah kita berdoa memohon  keselamatan dan penjagaan Allah dari bahaya sihir  dan Nujum.

Ir. Jaafar Dahlan
+628128477464
www.pengobatanqurani.com

Alamat Praktek : 
Jl. Alam Utama Blok E/5 Bintara Alam Permai, Bintara Jaya, Bekasi Barat.

Selasa, 15 Januari 2013

PENGOBATAN QUR`ANI ADALAH KARUNIA DAN PEMBERIAN KHUSUS ILAHI , BENARKAH DEMIKIAN ? KEPADA SIAPA DIBERIKANNYA DAN BAGAIMANA WUJUDNYA ?

PENGOBATAN QUR`ANI ADALAH KARUNIA DAN PEMBERIAN KHUSUS ILAHI , BENARKAH DEMIKIAN ? KEPADA SIAPA DIBERIKANNYA  

DAN BAGAIMANA WUJUDNYA ?
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين ولاعدوان الا على الظالمين والصلاة والسلام على سيدنا
محمد سيدالمرسلين وإمام المتقين وعلى آله وصحبه أجمعين

Judul yang tersebut di atas agak terkesan agung dan khusus, seakan-akan hanya orang –orang tertentulah yang bisa memilki pengetahuan tersebut. Tidak ada yang bisa memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu dan tidak ada yang mampu meraihnya kecuali orang-orang yang mahir dari kalangan Ulama, ahli Ilmu dan penghuni maqom penyingkapan bathin.

Benarkah demikian ?

Terdorong oleh perkara besar itulah, penulis dengan pengetahuan yang minim ingin menulis sebuah artikel sederhana mencoba menjawab pertanyaan besar tersebut  ditinjau  dari tingkatan tingkatan kemampuan penguasaan setiap  individu dan kadar akal mereka.

Menjawab pertanyan tersebut penulis terinspirasi dengan isi kitab Sayyid haidar Amuli  seorang intelektual terkemuka berjudul “Asrar asy-Syari`ah wa Athwar ath-Thariqah wa Anwar Al-Haqiqah”. Beberapa kalimat di kitab tersebut, sengaja penulis cuplik langsung tidak merubahnya, kuatir  terjadi perubahan makna sebenarnya seiring dengan perubahan kalimatnya.

Sebuah pengetahuan umumnya diperoleh melalui proses pembelajaran dan penalaran. Perlu disadari terlebih dahulu bahwa kesiapan dan kemampuan menerima sesuatu pengetahuan adalah berbeda-beda pada setiap individu. Tidak mungkin semua orang berada pada satu tingkatan yang sama. Ada suatu pengetahuan, yang tidak setiap orang bisa memahaminya dan tidak setiap individu bisa mengetahuinya. Ada di dalamnya terdapat rahasia-rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang khusus (khawwash ), bahkan dilarang disiarkan dikalangan yang bukan ahlinya. Sebagai contoh paling sederhana pengetahuan tentang Bom Nuklir, pengetahuan Rekayasa genetika /kloning makhluk hidup  dan lain sebagainya.

Allah swt berfirman  dalam QS Al Maidah : 48 “Untuk setiap umat di antara kalian, kami berikan aturan dan jalan yang terang “.

Allah swt juga menjelaskan adalah tidak sama posisi orang berilmu dengan tidak berilmu.

Dalam Al qur`an di surat Azzumar juga dikatakan : ...“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zummar: 9)

Di  al-Qur’an Surat al-Mujadalah  juga berbunyi : ”…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”  (QS. al-Mujadalah :11)

Imam Ibnul Qayyim al Jauzi, semoga Allah merahmatinya mengatakan,” Al Qur`an adalah obat penyembuh yang paling sempurna bagi semua penyakit jiwa dan raga, serta penyakit dunia dan akhirat. Tapi tidak setiap orang layak mendapat taufik dari Allah untuk melakukan pengobatan dengan Al Qur`an ! namun jika orang yang sakit mengobati penyakitnya dengan Al Qur`an dengan penuh keimanan dan kesungguhan hati, penyerahan total kepada Allah, keyakinan yang penuh menyeluruh,serta memenuhi semua persyaratan yang lainnya, niscaya tidak pernah ada penyakit yang mampu mengalahkannya,…………demikian pendapat Ulama besar tersebut.

Perbedaan itulah yang melahirkan tingkatan-tingkatan  individu pada penguasaan ilmu pengetahuan yang sesuai kadar akal mereka. Ada yang masuk kategori orang awam, ada masuk kategori orang khusus sampai pada tingkatan tertinggi Khash al khash ( khusus dari khusus ). Ilmu kedokteran sebagai contohnya, ada orang yang tidak jadi dokter ( Awam ), ada yang jadi dokter umum ( khusus ), ada yang jadi dokter spesialis ( khusus dari khusus ).

Dengan adanya kenyataan itu, jadi tidak dibenarkan mengingkari  adanya tingkatan-tingkatan individu dan tidak dibenarkan pula mencela siapapun dari tingkatannya. Dengan demikian tingkatan-tingkatan itu mencakup semuanya dan memenuhi hak semuanya.

Pertanyaan besarnya adalah Kepada siapa karunia itu diberikan  dan bagaimana wujudnya ?

Jawaban :Pengetahuan pengobatan qur`ani adalah Karunia Ilahi dan pemberian khusus dari Allah swt yang hanya diberikan kepada orang-orang yang mau menempuh proses pembelajaran dan penalaran sesuai tuntunan Syareat,Tareqat,dan Hakikat agama. Ketiga unsur ini merupakan kesatuan yang memiliki esensi yang sama yang tidak ada perbedaan satu sama lain. Pelakunya dituntut untuk memiliki kesiapan dan kemampuan mendengar, menerima dan memahami kata-kata yang pelik berupa penjelasan syareat Nabi dan ketentuan Ilahi, sehingga akhirnya mencapai tingkatan `Ilm al yaqin, `ain al yaqin dan haaq al yaqin melalui proses penyerahan diri ( taslim ), pembenaran ( Tasdiq), pengakuan ( Iqrar ) dan penunaian amal sholeh (ada)sesuai teladan Rasulullah saw.

Semua itu meskipun tingkatannya berbeda pada setiap individu kembali pada satu hakikat berupa syareat Rasul dan ketentuan Ilahi. Wujud hasil yang didapat tentu berdasarkan tingkatan masing-masing individu sesuai kadar akal mereka. Ada yang dapat banyak ada yang dapat sedikit, bertingkat tingkat, ada yang khusus ada pula khusus dari khusus. 
Kenyataannya sulit untuk menuntut meraih pengetahuan pengobatan qur`ani ini, tapi sesuai dengan kaidah kaidah Ilmu Fiqh : 

1. Maa Laa yudroku kulluhu laa yutroku kulluhu. Yang artinya : “sesuatu yang tidak dapat dicapai keseluruhannya, tidak ditinggal keseluruhannya “.                                                                                        
2. Maa laa yudroku kulluhu laa yutroku ba`dhohu yang artinya “ sesuatu yang tidak dapat dicapai seluruhnya tidak ditinggalkan sebagiannya.”

3. Al masyaqqotu tajlibut-taysiiro yang artinya “Kesukaran itu menimbulkan adanya kemudahan”.
Maka beberapa individu masih dimungkinkan untuk meraih pengetahuan tersebut tentu dengan wujud hasil yang berbeda-beda dan bertingkat tingkat.

Jadi tujuan utama dari pembahasan ini adalah menunjukkan bahwa :
1.  Kepemilikan Pengetahuan pengobatan qur`ani melalui suatu proses pembelajaran dan penalaran yang panjang mengikuti hukum dan kaedah  syareat, tareqat dan hakekat teladan Rasul dan ketentuan Ilahi, bukan melalui proses instan.

2. Tidak semua orang layak melakukan praktek pengobatan qur`ani, karena perolehannya harus melalui suatu proses pembelajaran dan penalaran dibawah bimbingan akhlinya seorang Syeikh yang paripurna dalam ilmu-ilmu syariat,tarekat dan hakikat yang telah mencapai batas kesempurnaan pada tingkatan-tingkatan tersebut karena pengetahuannya tentang penyakit-penyakit (jasmani & Jiwa ) dan obat-obatnya serta mampu melakukan penyembuhan atasnya. Layaknya jadi seorang  dokter yang menempuh pendidikan  di universitas yang lulus dibawah pengajaran, bimbingan dan pengawasan seorang professor. Tentu dokter tersebut sudah mendapat bekal ilmu dan pengakuan dari Professor pembimbingnya untuk berhak praktek jadi seorang dokter.

Ada materi pengetahuan, ada proses pembelajaran, ada penalaran, ada penyerahan diri ( taslim ), ada pembenaran ( Tasdiq), ada pengakuan ( Iqrar ) dan ada penunaian amal sholeh (ada) sesuai teladan Rasulullah saw. Tidak bisa didapat dengan cara instan, tidak bisa sim-salabim tiba tiba jadi praktisi pengobatan dalam waktu singkat.

Pertanyaan kritisnya adalah siapa yang layak melakukan Praktek pengobatan Qur`ani ?

Tentu yang pantas melakukannya  adalah orang yang berilmu, paham ilmu tauhid, punya kesungguhan hati, Ikhlas-penyerahan total kepada Allah, keyakinan yang penuh menyeluruh kepada Allah swt. Dan  telah mendapat izin dan pengakuan dari Syeikh pembimbingnya.
Insya Allah....


Ir.Jaafar Dahlan
+628128477464
www.pengobatanqurani.com

Minggu, 06 Januari 2013

Pengobatan Qur'ani: An Introduction of www.pengobatanqurani.com

Pengobatan Qur'ani: An Introduction of www.pengobatanqurani.com: Doa adalah inti sari ibadah mengandung arti mengetahui atas kelemahan diri dan mengakui atas kekuatan dan kekuasaan Allah swt. Nabi Muhamma...

GANGGUAN SERVICAL SYNDROM PADA LEHER

Note :Tulisan ini diambil dari tulisan "kesan dan pengalaman" seorang Bapak paruh baya menderita
penyakit Servical syndrom pada leher yang tidak sembuh walau sudah  berobat ke dokter ahli fisioterapi.
http://pengobatanqurani.com/ dan  http://pengobatanqurani.blogspot.com/


Gangguan servical syndrom pada leher

Saya menderita sakit susah menoleh-menunduk,susah tidur sudah sejak lama. Ada benjolan kecil di leher kiri saya. Awalnya di duga mungkin tumor dsb. Tapi dari hasil Lab, pemeriksaan dokter tidak menunjukkan gejala tersebut.
Bersama istri saya, kami berangkat ke Jakarta untuk berobat ke Pak Jaafar,
Sama Pak Jaafar diperiksa,ternyata menurut beliau, benjolan itu hanya pembengkakan otot, akibat beban kejut yang berat dan ototnya tidak kembali ke posisi semula yang berefek ke otot sekitarnya sehingga mengganggu beberapa gerakan tubuh. Seperti susah menoleh kiri kanan atau menunduk. Penjelasan tersebut mengingatkan saya dengan kecelakaan kendaraan yang kami alami beberapa tahun yang lalu.
Dengan terapi spiritual disertai dengan penotokan dan pijit dari Pak Jaafar akhirnya, saya bisa menoleh kiri-kanan, menunduk secara normal kembali. “Benjolan” di leher sayapun semakin menipis dan mengecil.

Wassalam,
( nama dan identitas dirahasiakan, bila ada yang perlu informasi lebih lanjut bisa hubungi
http://pengobatanqurani.com/ dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/ )

PENYAKIT SERVICAL SYNDROM PADA TANGAN


Note :Tulisan ini diambil dari tulisan "kesan dan pengalaman" seorang Ibu paruh baya
menderita penyakit Servical syndrom pada tangan yang tidak sembuh walau sudah
berobat ke dokter ahli fisioterapi
.http://pengobatanqurani.com/ dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/

Gangguan servical syndrom pada tangan

Saya menderita sakit pada tangan kanan saya sudah sejak lama. Ada rasa kesemutan, hilang tenaga, tidak bisa angkat gayung mandi, susah pakai baju dsb. Aktifitas saya benar-benar terganggu. Awalnya di duga gejala stroke. Tapi dari hasil Lab, pemeriksaan dokter tidak menunjukkan gejala tersebut. Akhirnya diputuskan sakit saya adalah gangguan Servical syndrom.
Dari info keluarga ( anak saya ), kami akhirnya berangkat ke Jakarta dari Padang  ke tempat Pak Jaafar praktek.
Pak Jaafar melakukan pengobatan, pertama-tama saya di suruh minum “air obat”, kemudian dilanjutkan dengan penotokan/pijit di berapa titik di pundak ,punggung dan tangan saya selama  20 menit. Hasilnya luar biasa. Alhamdulillah, tangan saya serasa dapat tenaga, gampang digerakkan, jangkauannya jauh, udah bisa buat ngangkat, bisa pasang kancing belakang baju. Terapi kami lanjutkan beberapa kali guna mendapatkan kesembuhan total. 

Wassalam,
NHM

( nama dan identitas dirahasiakan, bila ada yang perlu informasi lebih lanjut bisa hubungi
http://pengobatanqurani.com/ dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/ )

BERAK DARAH TIDAK HENTI-HENTI

Note :Tulisan ini diambil dari tulisan "kesan dan pengalaman" seorang Ibu Tua
menderita penyakit aneh "berak darah tidak kunjung sembuh ", walau sudah berobat ke dokter ahli.
dan sehat .http://pengobatanqurani.com/ dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/



“ BERAK DARAH TIDAK HENTI-HENTI “

Saya dipanggil Ibu Trimo, karena anak laki-laki saya namanya Sutrimo. Umur saya sudah hampir 50 tahun, pekerjaan saya hanya sebagai pembantu rumah tangga. Sudah hampir 3 bulan ini saya menderita sakit “ Berak darah” , sampe-sampe saya takut kalo mau buang air besar, karena yang keluar selalu darah segar. Kami periksa ke dokter terdekat, tidak diketemukan ambein mayor atau minor kata dokter tersebut. Disarankan ke rumah sakit untuk digambar. Hasilnya NIHIL. Enggak puas dengan hanya 1 rumah sakit, kamipun ke rumah sakit yang lain, hasilnya sama juga NIHIL, sampe ke rumah sakit yang ke-3, ke-4,ke-5, ke-6, ke-7  Bosen akhirnya, hasilnya tetap NIHIL.
Kebetulan saudara ipar anak perempuan saya ( Bpk. Waluyo )  kenal sama Pak Jaafar. Akhirnya kami malam-malam datang ke rumah beliau untuk berobat. Di sana kami menjalani pengobatan doa  sebanyak 4 x saja ditambah sedikit terapi herbal dari beliau ,yang bahannya kami beli sendiri di pasar. Pada kali yang pertamapun sudah ada terasa tanda-tanda kesembuhan, darah yang keluar sudah sangat sedikit. Pengobatan ke-2 sudah mampet total, tapi kami teruskan pengobatan ke-3 dan ke-4 seperti saran beliau ,sampai akhirnya saya sembuh total. Sebagai rasa syukur kami kepada Gusti Allah, kamipun mengadakan acara doa syukur  atas kesembuhan kami ini.

TTD,
Ibu Trimo
( nama dan identitas dirahasiakan, bila ada yang perlu informasi lebih lanjut bisa hubungi
http://pengobatanqurani.com/ dan http://pengobatanqurani.blogspot.com/ )